Kabar terbaru dari dunia game kembali menghebohkan komunitas penggemar Pokémon. Harga game Pokémon Pokopia yang akan dirilis untuk konsol Nintendo Switch 2 ternyata berada jauh di atas ekspektasi banyak pemain. Berdasarkan pembaruan terbaru di Nintendo eShop, Pokémon Pokopia dibanderol US$ 69,99 atau sekitar Rp1,6 jutaan, sejajar dengan game AAA kelas atas generasi terbaru.
Harga tersebut sontak memicu diskusi panas di kalangan gamer, terutama karena Pokémon Pokopia merupakan game spin-off bergenre simulasi kehidupan, bukan seri utama seperti Pokémon Legends atau Pokémon Scarlet & Violet. Jika tidak ada perubahan jadwal, Pokémon Pokopia dijadwalkan meluncur awal Maret 2026, menjadi salah satu judul besar di tahun perdana siklus hidup Switch 2.
Harga Tinggi di Tengah Harga Konsol yang Juga Mahal
Reaksi penggemar tidak lepas dari konteks harga konsol Nintendo Switch 2 itu sendiri. Konsol generasi baru Nintendo tersebut dikabarkan dipasarkan di kisaran US$ 450 atau lebih dari Rp7 jutaan. Artinya, untuk menikmati Pokémon Pokopia secara legal, pemain harus menyiapkan investasi yang cukup besar: konsol mahal ditambah game dengan harga premium.
Banyak penggemar menilai harga US$ 69,99 masih bisa dimaklumi untuk game flagship Nintendo seperti Zelda atau Mario. Namun, ketika harga tersebut diterapkan pada game Pokémon dengan konsep simulasi santai (cozy life simulation), muncul pertanyaan besar soal value for money yang ditawarkan.
Kontroversi Sistem Key Card
Tak hanya soal harga, Pokémon Pokopia juga menuai sorotan karena format distribusinya. Game ini dipastikan menggunakan key card, yakni kartu fisik yang tidak berisi data game, melainkan hanya berfungsi sebagai kunci untuk mengunduh versi digital penuh dari eShop.
Bagi komunitas Nintendo, sistem ini cukup sensitif. Selama bertahun-tahun, Nintendo dikenal konsisten menghadirkan cartridge fisik yang benar-benar menyimpan data game. Dengan key card, kepemilikan fisik menjadi lebih simbolis, dan ketergantungan pada server digital menjadi mutlak.
Sebagian kolektor menilai format ini mengurangi nilai koleksi jangka panjang, sementara pemain lain khawatir dengan aspek preservasi game di masa depan jika layanan digital suatu hari dihentikan.
Siapa Pengembang Pokémon Pokopia?
Berbeda dari seri utama yang digarap Game Freak, Pokémon Pokopia dikembangkan oleh Koei Tecmo, studio yang dikenal lewat seri Dynasty Warriors, Atelier, dan kontribusi teknis pada berbagai proyek besar Nintendo.
Game ini diterbitkan di bawah payung The Pokémon Company, konsorsium yang menaungi seluruh ekosistem Pokémon dan terdiri dari Nintendo, Game Freak, serta Creatures Inc.
Keterlibatan Koei Tecmo membuat banyak pengamat industri melihat Pokémon Pokopia sebagai eksperimen serius, bukan proyek kecil. Hal ini pula yang diduga menjadi salah satu alasan harga game ini diposisikan sejajar dengan judul AAA.
Apa Itu Pokémon Pokopia?
Berbeda dari game Pokémon konvensional yang berfokus pada pertarungan dan eksplorasi, Pokémon Pokopia mengusung konsep simulasi kehidupan dan pembangunan lingkungan.
Mengacu pada informasi resmi di situs Pokémon, pemain akan:
- Mengelola lahan kosong dan mengubahnya menjadi habitat ideal Pokémon
- Menanam tanaman, mengumpulkan sumber daya, dan membuat furnitur
- Membangun rumah dan lanskap agar menarik lebih banyak Pokémon datang
Uniknya, pemain akan berperan sebagai Ditto, Pokémon ikonik yang mampu berubah bentuk. Dalam Pokopia, Ditto dapat menjelma menjadi manusia dan menjalani kehidupan sehari-hari layaknya karakter di game simulasi.
Mekanik Unik: Gerakan Pokémon untuk Membangun Dunia
Salah satu daya tarik utama Pokémon Pokopia adalah penggunaan jurus-jurus Pokémon klasik sebagai alat membangun dunia. Contohnya:
- Leafage milik Bulbasaur digunakan untuk menumbuhkan vegetasi
- Water Gun dari Squirtle untuk menyiram tanaman
- Jurus lain dimanfaatkan untuk membersihkan lahan, membentuk terrain, dan dekorasi
Konsep ini membuat Pokémon bukan sekadar “penghuni”, melainkan bagian aktif dari ekosistem yang dibangun pemain. Semakin nyaman lingkungan yang diciptakan, semakin banyak Pokémon yang akan berkunjung dan menetap.
Visual: Minecraft Bertemu Dunia Pokémon
Dari sisi visual, Pokémon Pokopia tampil sangat berbeda dibanding seri lain. Gaya grafisnya disebut-sebut menyerupai Minecraft, dengan struktur kotak dan lingkungan modular, namun dipadukan dengan karakter Pokémon bergaya imut dan warna cerah khas franchise ini.
Pendekatan visual tersebut membuat Pokopia tampak seperti gabungan antara:
- Minecraft
- Animal Crossing
- Pokémon
Kombinasi ini menargetkan pemain yang mencari pengalaman santai, kreatif, dan bebas tekanan, berbeda dari gameplay kompetitif atau eksplorasi berat.
Mengapa Harga Jadi Perdebatan?
Ada beberapa faktor utama yang membuat harga Pokémon Pokopia terasa mengejutkan:
- Genre simulasi biasanya dibanderol lebih murah
- Spin-off Pokémon historisnya jarang dipatok setinggi seri utama
- Format key card dianggap kurang sepadan dengan harga premium
- Target audiens kasual yang sensitif terhadap harga
Namun di sisi lain, Nintendo dan The Pokémon Company tampaknya ingin menaikkan positioning Pokémon Pokopia sebagai game besar, bukan sekadar eksperimen ringan.
Apakah Pokémon Pokopia Layak Dibeli?
Jawabannya akan sangat bergantung pada ekspektasi pemain. Jika kamu:
- Penggemar Pokémon
- Menyukai game simulasi kehidupan ala Animal Crossing
- Tertarik membangun dunia kreatif bersama Pokémon
maka Pokémon Pokopia bisa menjadi pengalaman unik yang segar. Namun, bagi pemain yang mengharapkan petualangan Pokémon tradisional dengan pertarungan intens, harga US$ 69,99 mungkin terasa sulit diterima.
Penutup
Pokémon Pokopia hadir sebagai langkah berani dalam evolusi franchise Pokémon. Dengan harga premium, format distribusi yang kontroversial, dan konsep gameplay yang berbeda drastis, game ini sukses mencuri perhatian bahkan sebelum rilis.
Apakah Pokémon Pokopia akan sepadan dengan harganya? Jawabannya kemungkinan baru benar-benar terungkap setelah pemain menjajal langsung dunia simulasi Pokémon ini di Nintendo Switch 2 pada 2026.
Baca Juga : PlayStation Plus Bagi 5 Game Gratis Desember 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : seputardigital

