mabar.online Industri game online semakin menunjukkan peran penting dalam ekonomi digital global. Di Indonesia, pertumbuhan sektor ini berlangsung sangat cepat seiring meningkatnya jumlah pengguna internet dan penetrasi perangkat pintar. Game kini bukan hanya sarana hiburan, tetapi telah berkembang menjadi industri bernilai besar yang melibatkan jutaan pemain aktif.
Fenomena ini turut menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Hatta, menilai potensi besar tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia, khususnya dalam hal produksi game lokal.
Dorongan DPR kepada Kementerian Ekonomi Kreatif
Dalam rapat kerja bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, DPR secara tegas meminta agar pengembangan game online buatan Indonesia menjadi fokus utama kebijakan ke depan. Menurut Hatta, sektor game memiliki kemampuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional jika dikelola secara tepat.
Game online dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan nilai ekspor digital, hingga menjadi sumber devisa negara. Namun hal tersebut hanya bisa tercapai apabila Indonesia tidak terus bergantung pada produk luar negeri.
Pasar Game Indonesia Dinilai Sangat Besar
Hatta menyoroti besarnya pasar game di Indonesia yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Jumlah pemain yang masif membuat Indonesia menjadi target utama perusahaan game global.
Ia mencontohkan bahwa satu judul game populer saja mampu menghasilkan nilai pasar hingga miliaran dolar di Indonesia. Hal ini menunjukkan tingginya daya beli serta loyalitas pemain dalam negeri terhadap industri game.
Sayangnya, besarnya nilai ekonomi tersebut belum dinikmati oleh pengembang lokal.
Mobile Legends dan PUBG Jadi Contoh Nyata
Dalam pembahasan tersebut, Hatta menyebut sejumlah game yang sangat populer di Indonesia, seperti Mobile Legends, Honor of Kings, hingga PUBG. Game-game ini memiliki basis pemain besar dan ekosistem kompetisi yang aktif.
Turnamen esports rutin digelar dan menarik perhatian publik luas. Bahkan, sejumlah atlet esports Indonesia mampu menorehkan prestasi internasional.
Namun ironi muncul karena seluruh game tersebut merupakan produksi luar negeri, bukan karya anak bangsa.
Indonesia Masih Berperan sebagai Konsumen
Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada pada posisi sebagai konsumen utama industri game global. Masyarakat aktif mengunduh, bermain, dan melakukan transaksi dalam game, tetapi keuntungan ekonomi justru mengalir keluar negeri.
Hatta menyayangkan kenyataan tersebut. Menurutnya, dengan jumlah pemain sebesar Indonesia, seharusnya negara mampu menciptakan produk sendiri yang dapat bersaing di pasar internasional.
Tanpa perubahan strategi, Indonesia akan terus menjadi pasar besar tanpa kekuatan produksi.
Potensi Devisa dari Industri Game
Industri game global terbukti mampu menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Beberapa negara menjadikan game sebagai salah satu sektor ekspor unggulan.
DPR menilai Indonesia memiliki peluang serupa. Jika mampu menciptakan game yang diterima pasar internasional, devisa digital dapat meningkat secara signifikan.
Game bukan hanya produk hiburan, tetapi aset ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi.
Tantangan Pengembangan Game Lokal
Meski potensinya besar, pengembangan game lokal menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan modal, akses teknologi, hingga distribusi global yang masih terbatas.
Pembuatan game berskala besar membutuhkan waktu panjang, tim profesional, serta dukungan pendanaan yang kuat. Tanpa dukungan ekosistem, pengembang lokal akan sulit bersaing dengan perusahaan global.
Hal inilah yang dinilai perlu dijembatani oleh pemerintah.
Peran Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif
Kementerian Ekonomi Kreatif diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem industri game nasional. Dukungan dapat diwujudkan melalui program inkubasi, pelatihan, akses pembiayaan, serta promosi ke pasar internasional.
Selain itu, regulasi yang mendukung juga dinilai penting agar pengembang lokal memiliki ruang tumbuh yang sehat dan berkelanjutan.
DPR berharap kementerian mampu melihat game sebagai subsektor prioritas ekonomi kreatif.
Talenta Digital Indonesia Dinilai Mumpuni
Indonesia memiliki banyak talenta muda di bidang teknologi dan kreatif. Kemampuan di bidang desain, pemrograman, hingga pengembangan cerita dinilai tidak kalah dengan negara lain.
Kesuksesan atlet esports Indonesia di berbagai ajang internasional menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia sangat kompetitif.
Namun, potensi tersebut perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga pencipta produk.
Game Lokal sebagai Media Budaya
Pengembangan game buatan Indonesia juga dapat menjadi sarana promosi budaya nasional. Cerita rakyat, sejarah, dan kekayaan lokal dapat dikemas dalam format digital yang menarik.
Pendekatan ini mampu menciptakan identitas unik sekaligus memperluas jangkauan budaya Indonesia ke pasar global.
Game dapat menjadi media diplomasi budaya yang efektif.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
DPR menilai pengembangan industri game membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas kreatif perlu berjalan bersama.
Tanpa sinergi, upaya pengembangan akan berjalan lambat dan tidak berkelanjutan.
Kolaborasi ini penting untuk menciptakan rantai industri dari hulu hingga hilir.
Harapan untuk Masa Depan Industri Game Nasional
Dorongan DPR kepada Menekraf mencerminkan harapan besar agar Indonesia mampu bangkit sebagai produsen game. Dengan pasar yang sangat besar, peluang untuk berkembang terbuka lebar.
DPR berharap langkah konkret segera diambil agar game lokal tidak hanya hadir, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
Menuju Kemandirian Ekonomi Digital
Industri game merupakan bagian penting dari ekonomi digital masa depan. Dengan strategi tepat, Indonesia dapat bertransformasi dari pasar konsumtif menjadi produsen kreatif.
Pengembangan game online lokal diharapkan menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi digital nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Cek Juga Artikel Dari Platform museros.site
