Peluncuran Call of Duty: Black Ops 7 yang semula dinantikan sebagai tonggak baru seri FPS legendaris justru diwarnai gelombang kritik. Bukan soal mekanik tembak-menembak atau peta multiplayer, melainkan grafis janggal yang diduga kuat berasal dari karya kecerdasan buatan (AI-generated art).
Keluhan ini pertama kali mencuat hanya beberapa jam setelah game dirilis secara global pada pertengahan November 2025. Media sosial, forum Reddit, hingga komunitas Steam dipenuhi tangkapan layar yang menyoroti detail visual aneh, terutama pada fitur kosmetik Calling Cards—latar belakang kartu profil pemain yang biasanya menjadi simbol prestise atau pencapaian dalam game.
Lebih dari 680 Calling Cards Disorot Pemain
Menurut laporan Engadget (15 November 2025), lebih dari 680 Calling Cards di Black Ops 7 dianggap menampilkan ciri khas visual buatan AI. Pola-pola janggal tersebut langsung dikenali oleh pemain yang akrab dengan hasil gambar dari AI generatif, seperti:
- Karakter dengan jumlah jari tidak normal (lima jadi enam atau lebih)
- Arah mata tidak simetris atau tatapan kosong
- Objek latar yang melebur secara tidak logis
- Tekstur samar dan detail yang tidak konsisten
Bagi sebagian gamer, temuan ini terasa mengecewakan mengingat Black Ops 7 dijual dengan harga penuh US$ 70 atau sekitar Rp1,1 jutaan. Calling Cards yang seharusnya menjadi hadiah visual eksklusif justru dinilai tampak “murah” dan kurang digarap dengan sentuhan artistik manusia.
Activision Akui Gunakan AI Generatif
Kontroversi ini makin menguat setelah Activision mengonfirmasi bahwa tim pengembang memang menggunakan alat AI generatif dalam proses pembuatan sebagian aset visual Black Ops 7. Informasi ini bahkan tercantum secara terbuka di halaman game di Steam.
Dalam pernyataannya, Activision menegaskan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti penuh seniman. Aset yang dihasilkan AI disebut telah melalui proses penyuntingan dan kurasi manusia sebelum dimasukkan ke dalam game.
Namun, pengakuan ini justru memantik perdebatan lebih luas:
apakah penggunaan AI generatif pantas diterapkan secara masif pada game AAA dengan harga premium?
Efisiensi Biaya vs Kualitas Artistik
Media game Kotaku (14 November 2025) menyoroti bahwa penggunaan AI bisa menjadi bagian dari strategi penghematan biaya produksi. Dalam industri game modern yang biaya pengembangannya bisa menembus ratusan juta dolar, AI dipandang sebagai solusi untuk:
- Mempercepat pembuatan aset kosmetik
- Mengurangi beban kerja seniman visual
- Mengejar tenggat rilis ketat
Namun, di mata komunitas gamer, efisiensi tersebut dianggap tidak sebanding jika berdampak pada kualitas estetika. Terlebih lagi, Calling Cards di Black Ops 7 bukan sekadar elemen dekoratif—banyak di antaranya merupakan hadiah penyelesaian misi, sehingga pemain merasa jerih payah mereka “dibayar” dengan visual yang kurang memuaskan.
Spekulasi: Dikejar Jadwal Rilis?
Selain isu AI, muncul spekulasi bahwa grafis janggal ini juga dipengaruhi oleh proses pengembangan yang terburu-buru. Black Ops 7 menjadi seri Call of Duty pertama yang rilis hari pertama di Xbox Game Pass, langkah strategis Microsoft untuk meningkatkan nilai langganan layanan tersebut.
Masuknya Black Ops 7 ke Game Pass disebut membuat jadwal rilis semakin ketat. Beberapa penggemar menduga Activision memilih jalur tercepat—mengandalkan AI—agar target peluncuran tetap tercapai.
Bukan Kali Pertama Call of Duty Dituding Pakai AI
Kontroversi ini mengingatkan pada kasus serupa di Call of Duty: Black Ops 6 awal 2025. Saat itu, komunitas menuduh pengembang menggunakan apa yang disebut “AI slop”—istilah untuk karya AI berkualitas rendah—pada beberapa elemen visual.
Meski tudingan tersebut sempat mereda, kemunculan kembali pola serupa di Black Ops 7 membuat sebagian pemain merasa bahwa penggunaan AI kini bukan lagi eksperimen terbatas, melainkan sudah menjadi praktik rutin.
Masalah Lebih Besar: Campaign Selalu Online
Menariknya, meski isu AI ramai diperbincangkan, sebagian pemain justru menilai masalah terbesar Black Ops 7 bukan pada grafis, melainkan pada desain mode campaign.
Untuk pertama kalinya, mode cerita utama Black Ops 7:
- Wajib terhubung ke internet
- Dirancang berbasis tim empat orang
- Tidak bisa dijeda, bahkan saat bermain solo dengan bot
Kebijakan ini menuai kritik tajam, terutama dari pemain yang terbiasa menikmati campaign Call of Duty secara offline dan santai. Banyak yang menilai keputusan ini merusak esensi mode cerita yang seharusnya fokus pada narasi dan imersi.
Reaksi Komunitas: Terbelah
Reaksi gamer terhadap penggunaan AI di Black Ops 7 terbelah menjadi dua kubu besar:
Kelompok kritis
- Menganggap AI menurunkan nilai artistik game
- Menilai harga US$70 tidak sepadan
- Khawatir AI akan menggantikan peran seniman
Kelompok pragmatis
- Menganggap AI sebagai alat wajar di industri modern
- Lebih fokus pada gameplay ketimbang kosmetik
- Berpendapat AI tidak masalah selama inti permainan solid
Perdebatan ini mencerminkan isu yang lebih luas di industri kreatif: di mana batas penggunaan AI yang masih dapat diterima publik?
Masa Depan Call of Duty di Era AI
Kasus Black Ops 7 menunjukkan bahwa transparansi menjadi faktor krusial. Meski Activision telah mengakui penggunaan AI, banyak pemain merasa pendekatan ini seharusnya dibarengi dengan:
- Standar kualitas visual yang lebih ketat
- Opsi kosmetik buatan seniman sepenuhnya
- Komunikasi lebih terbuka sejak awal pengembangan
Jika tidak, kepercayaan komunitas—aset paling berharga bagi game live service seperti Call of Duty—berpotensi terkikis.
Penutup
Kontroversi grafis AI di Call of Duty: Black Ops 7 menjadi cerminan dilema industri game modern: antara efisiensi teknologi dan ekspektasi kualitas pemain. Di satu sisi, AI menawarkan kecepatan dan penghematan. Di sisi lain, gamer menuntut pengalaman premium yang terasa “manusiawi”.
Apakah Activision akan menyesuaikan pendekatan mereka di update mendatang? Atau AI akan semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari game AAA? Jawabannya kemungkinan akan menentukan arah masa depan seri Call of Duty di era kecerdasan buatan.
Baca Juga : Harga Pokemon Pokopia di Switch 2 Bikin Kaget Penggemar
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : updatecepat

